Kamis, 01 Agustus 2013

Dongeng anak



1.      ADA APA DENGAN DONGENG
Dongeng atau bisa di sebut juga cerita atau kisah memiliki suatu keistimewaan yaitu bisa dibawakan oleh semua orang, dengan syarat bisa berbicara. Tanpa kita sadari kita sering bercerita kepada teman teman tentang kisah kita, atau tentang kisah orang lain. Ini membuktikan bahwa pada dasarnya semua kita bisa bercerita atau berkisah. Yang jadi permasalahannya adalah kapan kita menempatkan suatu cerita yang akan kita berikan pada tempat dan waktu yang tepat.
Sebenarnya antara dongeng dan cerita/kisah memiliki cakupan tersendiri. Dongeng lebih bersifat fiktif sedangkan cerita/kisah lebih bersifat non fiksi. Namun banyak kalangan yang menyamakan dalam hal praktek. Untuk memudahkan pembahasan dalam buku ini, maka akan digunakan kata dongeng untuk semua jenis cerita, baik fiksi maupun non fiksi.
Dongeng adalah sesuatu yang sangat mendunia, banyak Negara yang menggunakan dongeng untuk mengenalkan sejarah Negara, perjuangan para pahlawan mereka dan kisah kisah tentang kepahlawanan lainnya. Banyak orang yang menggunakan dongeng untuk menanamkan semangat kepada anak-anak mereka agar mereka memiliki jiwa yang kuat.
Inggris misalnya, mereka memiliki dongeng tentang raja-raja mereka terdahulu dan kisah kepahlwanannya.
Disadari atau tidak dongeng memiliki daya tarik yang amat tinggi sehingga mampu merasuk kedalam sanubari pendengarnya dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kesehariannya.

2.      Dongeng sebagai metode pendidikan
Dongeng sebagai media komunikasi universal yang sangat berpengaruh pada jiwa manusia. Banyak orang yang terpengaruh oleh orang lain karena cerita ceritanya yang menarik. Karena itu dunia pendidikan memerlukan dongeng sebagai sebuah metode panyampaian materi kepada siswa siswanya.
Rasulullah juga sering memberikan pelajaran kepada para sahabat beliau dengan cara berkisah tentang kehidupan dan kejadian-kejadian di masa lalu. Metode yang demikian itu dianggap akan lebih membekas dalam jiwa orang-orang yang mendengarkannya, serta lebih menarik perhatian(konsentrasi)mereka.
Metode dongeng  dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dan perasaan keagamaan kepada siswa. Al Quran dan Hadits Nabi Saw. Lebih banyak meredaksikan kisah malaikat, para nabi, umat terkemuka pada zaman dahulu, dan sebagainya. Didalam kisah itu tersimpan nilai-nilai pedagogis-religius memungkinkan siswa mampu merasapinya melalui nalar intelek dan nalar religiusnya. Siswa diberikan kebebasan untuk menafsirkan dan menginterpretasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam kisah-kisah tersebut.
Guru yang pandai bercerita cenderung lebih disukai oleh para siswanya. Dengan bercerita guru bisa lebih dekat dengan siswa, kedekatan inilah yang akan menjadikan siswa lebih akrab dengan guru. siswa akan merasa selalu gembira jika ada bersama guru itu dan ia akan selalu dirindukan oleh siswa-siswanya.
Kedudukan strategis cerita dalam dunia pendidikan, termasuk menurut sudut pandang Al Quran, telah tergambar amat jelas. Cerita memang banyak sekali manfaatnya bagi siswa. Paling tidak cerita memiliki beberapa fungsi penting antara lain:
a.      Sebagai sarana kontak batin antara pendidik dengan anak didik
b.      Sebagai media untuk menyampaika pesan-pesan moral  atau nilai-nilai ajaran tertentu
c.       Sebagai metode untuk memberikan bekal kepada anak didik agar mampu melakukan proses identifikasi diri maupun identifikasi perbuatan(akhlak)
d.      Sebagai sarana pendidikan emosi(perasaan anak didik)
e.      Sebagai sarana pendidikan fantasi/imajinasi/kreativitas anak didik
f.        Sebagai sarana pendidikan bahasa bagi anak didik
g.      Sebagai sarana pendidikan daya pikir bagi anak didik
h.      Sebagai sarana hiburan dan pencegah kejenuhan.
Sebagai seorang guru, maka sudah selayaknya diperkaya oleh keterampilan berkisah atau bercerita, karena tidak dapat dipungkiri, bahwa banyak pelajaran yang lebih mudah dicerna dengan sebuah cerita. Allah menggunakan cerita dan kisah untuk mendidik manusia menuju ketaqwaan. Hal ini bisa dilihat di dalam Al Quran, ayat yang berisi cerita /kisah ada sekitar 100 ayat. Jadi begitu pentingnya cerita sebagai metode untuk membentuk karakter manusia menuju ketaqwaan.
Manusia tidak terkecuali para siswa, sangat menyukai dongeng, dalam ragam bentuknya, baik berupa cerpen, novel, film, teater dan lain sebagainya. Guru yang memiliki keahlian dalam hal ini dapat memberikan pelajaran dengan sentuhan dongeng/cerita untuk kemudian dibuat kesimpulan dan hikmahnya. Kegiatan seperti ini dikenal dengan story telling. siswa mendengarkan cerita yang dibaca dan disampaikan guru, lalu para siswa menyimak dan menuliskan kembali isi cerita beserta tokoh yang ada dalam cerita tersebut.                       

3.      Ceritakan dongeng/kisah yang baik
Dongeng merupakan sebuah metode yang sangat membekas dalam ingatan anak-anak. Bahkan bisa mempengaruhi tingkah laku mereka dalam kehidupan keseharian. Oleh sebab itu bawakanlah dongeng yang bisa menimbulkan efek positif pada jiwa anak.
Dongeng yang baik adalah dongeng yang memiliki nilai pendidikan, baik pendidikan jasmani maupun rohani. Misalnya dongeng yang mengutamakan tentang akhlak kepada sesama, akhlak kepada Allah dan lain sebagainya. Sehingga pesan pesan moral yang terdapat dalam dongeng tersebut bisa tersampaikan dan juga membekas dalam kehidupan kesehariannya.
Ciri-ciri dongeng yang baik diantaranya:
a.      Memiliki alur yang jelas
b.      Memiliki nilai-nilai positif
c.       Mengajarkan tentang kebaikan
d.      Bahasa yang baik dan mudah dimengerti
Hindarilah dongeng yang mengandung hal-hal yang negative, misalnya:
a.      Pornografi
b.      Sadisme
c.       Kurofat
d.      Tahayul
e.      Horor
f.        Fiksi sejarah
Hal ini dimaksudkan agar anak-anak tidak terpengaruh oleh isi cerita tersebut. Kisah-kisah tentang sesuatu yang negative cenderung lebih mudah di ingat dari pada sesuatu yang positif, begitu pula dengan bahasa yang digunakan, bahasa yang kasar menjurus jorok lebih sering diingat dan dipraktekan oleh pendengar(anak-anak). Oleh sebab kita wajib menghindari hal itu.
4.      Jenis-jenis dongeng/kisah
Dilihat dari jenisnya dongeng bisa diklasifikasikan menjadi beberapa. Diantaranya:
a.      Berdasarkan nyata dan tidaknya kisah yang akan dibawakan. 
Dalam hal ini dongeng tergolong menjadi dongeng fiksi (tidak nyata) dan non fiksi(nyata). Dongeng fiksi adalah dongeng yang sisi kisahnya tidak pernah terjadi dalam kehidupan. Tetapi isi ceritanya biasanya menggambarkan tentang kehidupan keseharian. Walaupun tergolong pada cerita rekaan, jenis cerita ini baik untuk disampaikan pada anak-anak selama cerita ini mengandung pesan moral yang tinggi. Dongeng fiksi juga tergolong menjadi dua yaitu fiksi ilmiah dan fiksi biasa. Fiksi fiksi ilmiah ini biasanya menceritakan tentang kehidupan yang akan datang dengan berbagi macam teknologinya.
Dongeng non fiksi adalah dongeng yang isi ceritanya benar-benar telah terjadi di masa lalu. Misalnya tarikh/sejarah Nabi-Nabi  dan para sahabat atau para pahlwan perjuangan.
b.      Berdasarkan ketokohannya
Kita sering mendengar atau mungkin membaca buku cerita yang tokohnya bermacam-macam, ada manusia, binatang dan lain sebaginya. Nah berdasarkan hal tersebut, dongeng dibagi menjadi beberapa macam:
1.      Dongeng fabel: dongeng fable adalah dongeng yang tokohnya semua adalah binatang, baik tokoh utama ataupun pembantu semuanya binatangatau bisa disebut dunia binatang. Biasanya dalam cerita ini semua binatang berkumpul dalam sebuah perkampungan hewan yang terdiri dari berjenis-jenis hewan dengan segala permaslaahannya.
2.      Dongeng dunia manusia: jika fabel kesemuanya biantang, maka di dongeng dunia manusia, semua tokoh dalam cerita ini adalah manusia. Mereka yang memiliki cerita. Kalaupun terdapat binatang di dalamnya, binatang tersebut tidak masuk kedalam ketokohan, dia hanya sebagai pelengkap. Misalnya Ari seorang anak gembala, maka binatang yang ada didalamnya hanya sebagai gembalaan Ari, layaknya seperti dalam kehidupan nyata.
3.      Dongeng dunia benda mati: seperti namanya, semua tokoh dalam dongeng ini adalah benda-benda mati. Misalnya kisah sepatu dan sandal, persahabatan antara buku dan pena, dan lain sebagainya. Dalam cerita ini mereka semua bisa saling berinteraksi satu sama lainnya.
4.      Dongeng kombinasi: dongeng jenis ini mengkombinasikan antara binatang dengan manusia, atau kesemua jenis di atas. Mereka semua saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar